Select Page

Jangan Hanya Fotografer Asing Yang Merajalela

Harga Sewa Lighting Panggung Jakarta – Banyak perusahaan besar yang berada di Indonesia masih menggunakan fotografer asing dalam memotret industrinya. Padahal, banyak fotografer asal Indonesia yang sebenarnya mampu untuk melakukan pemotretan industrial. Industrial fotografi mungkin bukan hal asing bagi sebagian orang yang menggeluti dunia fotografi. Tapi, seberapa banyak fotografer yang bisa bahkan mampu menyebut dirinya sebagai “Yes, I’am a industrial photographers” Tidak mudah untuk menjadi seorang fotografer industri, selain harus mempunyai keahlian teknik memotret yang mumpuni, ternyata harus mempunyai nyali yang besar disetiap pemotretannya. Selain itu, yang perlu diperhatikan lagi, menjadi seorang fotografer industri juga harus mempunyai berbagai sertifikasi yang justru sangat diperlukan dalam menjalankan tugasnya.

Tidak hanya sekadar menggunakan helm, sepatu boot, sarung tangan, jaket pelindung, dan safety sling lalu memotret. Tidak hanya itu! Berikut penuturan Yulianus Ladung, salah satu fotografer yang mengkhususkan dirinya di pemotretan industri asal Indonesia. Memotret Untuk Industri Terbayang dibenak penulis ketika harus mengartikan definisi dari industri fotografi sebelum bertemu dengan Yulianus Ladung. Yang terlintas hanya, seorang fotografer yang memotret pabrik atau pertambangan beserta kegiatan yang ada di pabrik dan pertambangan, atau fotografer yang memotret pembangunan gedung dan jalan tol dengan detail. Setiap fotografer bisa melakukan hal tersebut. Tapi ternyata, definisi itu terbantahkan ketika sudah bertemu langsung dengan Yulianus Ladung.

Bahkan, di sepuluh menit diobrolan pembuka, semua nya sudah terjawab. “Banyak genre di fotografi, tapi saya hanya mengkhususkan diri dibidang industrial fotografi, karena buat saya passion saya disitu (industri), walaupun dalam pembelajaran fotografi saya awalnya memotret segala macamlah,” jelasnya membuka obrolan. Lebih lanjut sulung dari tiga bersaudara ini menjelaskan bahwa keputusan dirinya hanya menerima memotret industri karena dirinya mengerti dan memahami apa industri tersebut. Ia lalu memberikan sebuah contoh, ketika dirinya diminta untuk memotret rig milik perusahaan Migas di Indonesia, ia harus mengerti dulu apa fungsi rig, bagaimana sistem kerja di rig, kegiatan apa yang terjadi di rig, bahkan urutan-urutan kerja sehingga menghasilkan minyak yang diinginkan, itu harus dipahami benar.

Maka dari itu, Kenapa banyak perusahaan besar yang menggunakan fotografer luar dalam memotret industrinya ternyata bukan karena hasilnya lebih bagus. Fotografer Indonesia bahkan bisa lebih bagus fotonya, tapi ternyata lebih disebabkan karena fotografer luar negeri lebih memahami industrinya, dalam arti mengerti betul apa yang dibuat di perusahaan tersebut. “Jadi, industrial fotografi itu bukan sekedar memotret, tapi kita harus paham betul dengan industrinya dan harus mempunyai pemahaman yang baik dalam hal aturan kerja di sebuah industri” tuturnya.